Harga Perak Merosot, Sentimen Dagang AS Tiongkok Pulih

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Harga perak anjlok lebih dari 2% hingga mendekati $35,85 selama jam perdagangan Eropa pada hari Jumat(27/6). Logam putih tersebut menghadapi tekanan jual yang tajam karena membaiknya hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dan tidak ada tanda-tanda pelanggaran gencatan senjata Israel-Iran. PT. BESTPROFIT

Selama sesi perdagangan Eropa, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok mengonfirmasi bahwa Beijing telah setuju untuk mempercepat ekspor tanah jarang ke AS, sementara Washington akan mencabut hambatan nontarif.

Pada hari Kamis, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick juga mengonfirmasi bahwa Tiongkok akan "mengirimkan tanah jarang kepada kami" dan "kami [Washington] akan mencabut tindakan balasan kami", Bloomberg TV melaporkan. DEMO BPF

Alasan lain di balik pelemahan harga Perak yang parah adalah stabilitas gencatan senjata antara kedua negara Timur Tengah tersebut sejak pengumuman pada awal minggu ini. Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran, dan mendesak mereka untuk tidak melanggarnya.

Skenario meredakan ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global mengurangi daya tarik aset safe haven, seperti Perak.

Sementara itu, peningkatan taruhan dovish Federal Reserve (Fed) karena ketegangan antara Donald Trump dan Ketua Jerome Powell mengenai sikap kebijakan moneter telah gagal memberikan dukungan pada harga Perak. Taruhan dovish Fed meningkat karena investor mengharapkan penerus Powell yang disukai Trump akan mendukung agenda ekonominya. Secara teoritis, suku bunga yang lebih rendah oleh Fed menjadi pertanda baik bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti Perak. DEMO BESTPROFIT

 
Sumber: FXStreet

Komentar