PT BESTPROFIT FUTURES
PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Harga minyak turun pada hari Kamis(30/10) seiring investor menilai potensi gencatan senjata dalam pertikaian dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Presiden Donald Trump menurunkan tarif terhadap Tiongkok setelah pertemuan dengan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan. BESTPROFIT
Harga minyak mentah Brent berjangka turun 53 sen atau 0,82% menjadi $64,39 per barel pada pukul 09.08 GMT. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 46 sen atau 0,76% menjadi $60,02.
Trump setuju untuk mengurangi tarif terhadap Tiongkok dari 57% menjadi 47% dalam kesepakatan satu tahun dengan imbalan Beijing melanjutkan pembelian kedelai AS, menjaga kelancaran ekspor tanah jarang, dan menindak perdagangan gelap fentanil.
Para investor memandang kesepakatan yang diumumkan antara Tiongkok dan AS lebih sebagai peredaan ketegangan daripada perubahan struktural dalam hubungan, kata analis PVM, Tamas Varga, yang mencatat bahwa harga Brent yang lebih rendah tampaknya bertolak belakang dengan penurunan tajam persediaan minyak AS. DEMO BESTPROFIT
PEMOTONGAN SUKU BUNGA FED MENGANGKAT PROSPEK EKONOMI
Federal Reserve AS juga turut mengangkat prospek ekonomi dengan menurunkan suku bunga pada hari Rabu, sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, hal ini mengisyaratkan bahwa pemangkasan tersebut mungkin merupakan pemangkasan terakhir tahun ini karena penutupan pemerintah yang sedang berlangsung mengancam ketersediaan data.
"Keputusan The Fed menggarisbawahi perubahan yang lebih luas dalam siklus kebijakannya “ yang lebih mengutamakan reflasi bertahap dan dukungan daripada pengekangan, memberikan angin segar bagi komoditas yang sensitif terhadap aktivitas ekonomi," kata kepala ekonom Rystad Energy, Claudio Galimberti, dalam sebuah catatan.
Kenaikan harga Brent dan WTI pada sesi sebelumnya juga mencerminkan penurunan persediaan minyak mentah dan bahan bakar AS yang lebih besar dari perkiraan. Namun, kedua patokan tersebut diperkirakan akan mengalami penurunan lebih dari 3% pada bulan Oktober, yang akan menjadi penurunan bulan ketiga berturut-turut menyusul kekhawatiran akan kelebihan pasokan. NEWSMAKER
Persediaan minyak mentah AS turun 6,86 juta barel menjadi 416 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 24 Oktober, menurut Badan Informasi Energi (EIA), dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 211.000 barel.
Poin penting lainnya bagi investor adalah pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan pada 2 November, di mana aliansi tersebut kemungkinan akan mengumumkan kenaikan pasokan sebesar 137.000 barel per hari (bph) untuk bulan Desember.(alg)
Sumber: Reuters

Komentar
Posting Komentar