PT BESTPROFIT FUTURES
PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Amundi menilai reli emas masih punya ruang lanjut, karena banyak investor mulai mengurangi aset berbasis dolar dan beralih ke emas saat Amerika terlihat makin “sendiri” di panggung global. BESTPROFIT
Menurut Vincent Mortier (CIO Amundi), perpindahan ini juga didorong oleh defisit AS yang besar dan ketidakpastian arah kebijakan The Fed ke depan. Emas dianggap jadi pelindung nilai saat kepercayaan pada mata uang melemah.
Mortier bilang Amundi sudah menambah porsi emas sejak beberapa tahun terakhir, dan ia melihat alasan untuk tetap mempertahankan strategi itu. Baginya, emas adalah cara jangka panjang untuk menjaga daya beli saat risiko “pelemahan nilai” meningkat.
Ia juga menyorot gaya tekanan politik dan ancaman tarif dari pemerintahan Trump, termasuk gesekan dengan sekutu terkait isu Greenland. Menurutnya, tekanan seperti ini bisa memicu terbentuknya aliansi baru dan “perlawanan” dari pihak yang ditekan. DEMO BESTPROFIT
Dari sisi permintaan, Amundi melihat arus beli emas banyak datang dari pemain besar seperti bank sentral dan sovereign wealth fund. Artinya, dorongan emas bukan cuma dari ritel, tapi juga institusi yang mencari diversifikasi.
Mortier menilai alternatif mata uang besar lain belum terlihat menarik saat ini. Euro punya tantangannya sendiri, renminbi dinilai “terlalu cepat”, dan yen masih berada dalam tekanan—sehingga emas terasa sebagai pilihan yang paling “masuk akal” bagi banyak klien. NEWSMAKER
Inti poin (5):
- Investor mulai pindah dari dolar ke emas karena ketidakpastian global.
- Defisit AS dan tanda tanya kebijakan The Fed memperkuat minat ke emas.
- Amundi melihat emas sebagai pelindung nilai dan penjaga daya beli jangka panjang.
- Permintaan besar datang dari institusi (bank sentral & sovereign wealth fund).
- Alternatif mata uang lain dinilai belum menarik, sehingga emas jadi opsi utama.(asd)
Sumber: Newsmaker.id

Komentar
Posting Komentar