Emas Turun Usai Rilis Data JOLTS, Namun Bangkit Kembali

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Pasar logam mulia sempat tertekan turun setelah dirilisnya data JOLTS Job Openings (lowongan kerja AS), namun dalam sesi perdagangan berikutnya harga emas berhasil memulihkan diri dan kembali naik, mencerminkan dinamika pasar yang penuh volatilitas jelang data ekonomi besar berikutnya. 

Reaksi Awal: Turun setelah Data JOLTS

Data JOLTS yang lebih kuat dari ekspektasi investor sering dipandang sebagai pertanda bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Ini berdampak pada:

Penguatan Dolar AS, karena data kuat sering meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS, yang membuat aset non-imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik. BESTPROFIT

Akibatnya, emas sempat tertekan turun segera setelah angka JOLTS dirilis.

Pemulihan Harga: Emas Bangkit Lagi

Setelah penurunan awal, harga emas justru kembali naik, dan ini disebabkan oleh beberapa faktor:

Profit Taking di Dolar dan Yield
Banyak pelaku pasar mengambil keuntungan cepat dari penguatan dolar dan imbal hasil, membuat dolar melemah kembali yang secara umum mendukung harga emas.

Pandangan Pasar yang Lebih Kompleks
Walaupun data tenaga kerja terlihat kuat, pasar tetap mengingat bahwa inflasi belum sepenuhnya terkendali dan keputusan suku bunga berikutnya masih penuh ketidakpastian. Hal ini membuat investor kembali mencari aset aman seperti emas. DEMO BESTPROFIT

Level Support Teknis yang Kuat
Secara teknikal, harga emas berada di area support penting, sehingga banyak trader yang melakukan aksi beli (buy the dip) saat harga menyentuh level ini, memberi dorongan harga kembali naik.

Antisipasi Data Berikutnya
Dengan sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan, banyak trader memilih untuk bertahan di emas sebagai bentuk hedge (lindung nilai) terhadap risiko pasar.

Apa Artinya bagi Pelaku pasar

Pergerakan harga emas yang turun lalu naik kembali menunjukkan sensitivitas tinggi pasar terhadap data makro, namun juga bahwa:

Emas tetap diminati sebagai aset safe haven ketika ada ketidakpastian.

Reaksi awal pasar terhadap data makro belum tentu bertahan lama jika tidak didukung oleh tren fundamental yang kuat. NEWSMAKER

Reaksi volatil emas pasca-data JOLTS adalah contoh nyata bagaimana pasar modern bergerak cepat pada headline, namun kemudian berbalik arah setelah mempertimbangkan faktor yang lebih luas mulai dari positioning teknikal hingga ekspektasi suku bunga dan risiko global.

Sumber: Newsmaker.id

Komentar