PT BESTPROFIT FUTURES
PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Harga minyak naik untuk hari ketiga setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar segera membuat kesepakatan nuklir atau menghadapi serangan militer. Pernyataan ini kembali memanaskan ketegangan di Timur Tengah dan menghidupkan kekhawatiran pasar soal potensi kerusuhan yang bisa mengganggu pasokan. BESTPROFIT
Minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak naik mendekati $64 per barel setelah pada sesi sebelumnya menguat 1,3% dan ditutup di level tertinggi sejak akhir September. Dalam unggahan media sosial pada Rabu, Trump mengatakan kapal-kapal AS yang ia perintahkan menuju wilayah tersebut siap menjalankan misi mereka “dengan kecepatan dan kekerasan, jika perlu.”
Ancaman terbaru itu menyuntikkan premi risiko ke harga minyak—meskipun pasar juga sedang menghadapi tekanan dari isu pasokan yang membesar. Artinya, fundamental supply global masih jadi “rem”, tapi headline geopolitik memberi “bensin” tambahan ke pergerakan harga. DEMO BESTPROFIT
Ketakutan pasar paling terlihat di pasar opsi. Para trader membayar premi lebih mahal untuk opsi beli (bullish calls) dengan tenor terpanjang dalam sekitar 14 bulan, sebagai perlindungan jika konflik AS–Iran benar-benar memburuk. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar opsi memang sering jadi “jalur cepat” untuk bertaruh pada risiko geopolitik Timur Tengah.
Risiko utamanya jelas: jika konflik meningkat, aliran minyak dari Timur Tengah bisa terganggu. Wilayah ini menyumbang sekitar sepertiga pasokan global. Balasan Iran juga berpotensi merembet ke Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi urat nadi pengiriman minyak dan LNG dunia—tempat tanker membawa kargo energi ke berbagai negara. NEWSMAKER
5 Poin Kesimpulan
Minyak naik 3 hari karena ancaman Trump ke Iran memicu kekhawatiran geopolitik.
WTI mendekati $64/barel, terbantu reli sebelumnya 1,3% dan penutupan tertinggi sejak akhir September.
Premi risiko masuk lagi ke harga meski isu pasokan global masih menekan dari sisi fundamental.
Pasar opsi menunjukkan kewaspadaan: opsi bullish makin mahal sebagai proteksi konflik.
Risiko terbesar ada pada gangguan pasokan Timur Tengah dan potensi masalah di Selat Hormuz (jalur vital minyak & LNG).
Sumber: Newsmaker.id

Komentar
Posting Komentar