Minyak Ngerem, Tapi “Bayang-bayang Hormuz” Masih Bikin Deg-degan

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Harga minyak turun pada Jumat (30/1) setelah reli tiga hari, ketika sentimen risk-off menyapu pasar: saham Asia melemah dan dolar menguat, membuat komoditas berdenominasi dolar jadi kurang menarik. Di perdagangan Asia, Brent turun kembali di bawah $70/barel dan WTI melemah ke kisaran $64/barel, setelah sehari sebelumnya berhasil menembus $70 untuk pertama kalinya sejak pertengahan 2025. BESTPROFIT

Meski koreksi, pasar belum benar-benar tenang karena fokus Trump ke Iran terus menambah premi risiko. Citi memperkirakan premi risiko Brent masih sekitar $7–$10 per barel—artinya, harga masih “dibumbui” ketegangan geopolitik.

Kekhawatiran terbesar ada di Selat Hormuz, jalur sempit yang penting untuk pengiriman energi global. Jika ketegangan naik dan jalur ini terganggu, pasar langsung menghitung potensi gangguan pasokan dan menyalakan harga. DEMO BESTPROFIT

Menambah panas, Iran (IRGC) mengadakan latihan militer tembak langsung di Hormuz pada 1–2 Februari, yang otomatis membuat pelaku pasar ekstra waspada jelang akhir pekan.Di sisi pasokan, perhatian juga tertuju pada pertemuan OPEC+ pada Minggu (1/2) untuk meninjau kebijakan pasokan bulan Maret. Ekspektasi pasar: OPEC+ cenderung mempertahankan jeda/pause kebijakan saat ini.

Intinya, minyak memang “ngerem” setelah reli cepat, tapi pasar masih sulit santai: selama isu Iran–Hormuz dan keputusan OPEC+ belum keluar, harga rentan bergerak tajam hanya karena headline—naik atau turun dalam hitungan jam. NEWSMAKER

Sumber : Newsmaker.id

Komentar