Minyak Tergelincir, Pasokan Kazakhstan Bangkit Lagi

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Harga minyak turun pada Selasa (27/1) karena pasar kembali fokus ke prospek pasokan yang makin longgar, terutama dari Kazakhstan. Meski badai musim dingin di AS mengganggu produksi dan kilang, tekanan dari sisi suplai bikin harga tetap melemah.

Di pasar, Brent turun ke sekitar $65,15/barel dan WTI melemah ke sekitar $60,28/barel. Penurunan terjadi setelah sesi sebelumnya juga ditutup lebih rendah. BESTPROFIT

Kunci cerita ada di Kazakhstan. Pemerintah setempat menyatakan siap melanjutkan produksi dari ladang terbesar mereka, sementara operator pipa ekspor utama (CPC) mengumumkan terminal Laut Hitam kembali ke kapasitas muat penuh setelah perawatan selesai. Ini berarti pasokan untuk pasar “prompt” berpotensi lebih lega.

Namun, badai dingin di AS menahan penurunan lebih dalam. Cuaca beku mengganggu sejumlah kilang di Gulf Coast, dan sebagian produksi minyak AS sempat hilang cukup besar di akhir pekan—membuat pasar tetap menghitung risiko gangguan suplai jangka pendek. DEMO BESTPROFIT

Di sisi geopolitik, tensi belum hilang. Grup kapal induk AS dilaporkan tiba di Timur Tengah, memperlebar kemampuan AS untuk melindungi pasukan atau berpotensi meningkatkan tekanan ke Iran. Ini menyisakan “premi risiko” yang kadang menahan harga agar tidak jatuh terlalu dalam.

Sementara itu, OPEC+ dijadwalkan rapat 1 Februari dan delapan anggota kunci disebut cenderung mempertahankan jeda kenaikan produksi untuk bulan Maret. Artinya, arah harga tetap tarik-ulur: suplai Kazakh membaik, badai AS menahan, geopolitik jadi bumbu. NEWSMAKER

Inti poin (5):
Minyak turun karena pasar mengantisipasi pasokan Kazakhstan pulih
CPC kembali ke kapasitas muat penuh, menambah keyakinan suplai lancar.
Badai AS mengganggu produksi & kilang, tapi efeknya dinilai sementara.
Geopolitik (Timur Tengah/Iran) masih menyisakan premi risiko.
OPEC+ berpotensi tetap menahan kenaikan produksi untuk Maret.

Sumber: Newsmaker.id

Komentar