Minyak Turun Pelan, Pasar Lirik Banjir Pasokan

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Harga minyak melanjutkan pelemahan karena pelaku pasar lebih fokus ke prospek pasokan yang makin longgar, meski badai musim dingin di AS masih jadi bahan pantauan. BESTPROFIT

Pada Selasa, WTI turun sekitar 0,6% ke area $60,28 per barel, sementara Brent melemah 0,7% ke sekitar $65,15. Tekanan datang saat pasar menilai suplai bisa cepat pulih.

Dari Kazakhstan, produksi di ladang raksasa Tengiz dilaporkan mulai berangsur pulih setelah gangguan, memberi sinyal tambahan pasokan ke pasar. Di saat yang sama, ada upaya membawa lebih banyak minyak Venezuela ke pasar yang sudah dinilai cukup “penuh”.

Di AS, suhu beku sempat mengganggu sejumlah kilang di Gulf Coast. Tapi pasar menilai dampaknya cenderung sementara, lebih banyak mengganggu logistik dan operasional kilang ketimbang merusak permintaan secara permanen. DEMO BESTPROFIT

Dari OPEC+, delapan negara kunci dijadwalkan bertemu 1 Februari dan sumber Reuters menyebut mereka kemungkinan tetap menahan kenaikan produksi untuk periode berikutnya. Ini membantu menahan penurunan lebih dalam, tapi belum cukup untuk membalikkan arah saat pasokan non-OPEC+ membaik.

Sementara itu, unsur geopolitik masih menyisakan “premi risiko” setelah Trump kembali menyorot Iran dan AS mengirim aset militer ke Timur Tengah. Namun hari ini, pasar terlihat lebih takut banjir pasokan daripada kekurangan pasokan. NEWSMAKER

Inti poin (5):
- Minyak turun karena pasar fokus ke pasokan yang berpotensi melimpah.
- WTI dan Brent sama-sama melemah pada sesi terbaru.
- Produksi Tengiz mulai pulih, menambah suplai.
- Badai AS mengganggu kilang, tapi dampak dinilai tidak lama.
- OPEC+ cenderung tahan produksi, sementara risiko Iran tetap jadi bumbu volatilitas.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Komentar